Professional, Global, Entrepreneurship

UM Buton Resmi Buka Prodi Sistem dan Teknologi Informasi, Perkuat Transformasi Digital Kampus

Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) kembali mencatatkan capaian strategis dalam pengembangan akademik. Melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1145/B/O/2025, UM Buton resmi memperoleh izin pembukaan Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (STI) Program Sarjana.

Izin tersebut menegaskan komitmen UM Buton dalam menjawab kebutuhan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan transformasi digital, khususnya di kawasan Kepulauan Buton dan Sulawesi Tenggara. Program studi baru ini diselenggarakan oleh Persyarikatan Muhammadiyah dan dinyatakan memenuhi persyaratan minimum akreditasi sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pembukaan Prodi Sistem dan Teknologi Informasi menjadi langkah strategis UM Buton dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi berbasis teknologi. Prodi ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dalam pengembangan sistem informasi, teknologi digital, serta mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Kehadiran Prodi STI juga diharapkan mampu mendorong inovasi riset, pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi, serta memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.

Sesuai ketentuan dalam keputusan menteri, UM Buton berkewajiban memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan melaporkan penyelenggaraan program studi secara berkala. Hal ini menjadi dasar penguatan tata kelola akademik yang akuntabel, transparan, dan berkelanjutan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Buton, Hj. Wa Ode Al Zarliani, S.P., M.M., menyampaikan bahwa pembukaan Prodi Sistem dan Teknologi Informasi merupakan momentum penting bagi penguatan visi kampus.

“Izin pembukaan Prodi Sistem dan Teknologi Informasi ini adalah bentuk kepercayaan negara kepada UM Buton. Kami berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di daerah,” ujarnya.

Rektor juga berharap kehadiran Prodi STI dapat menjadi pusat pengembangan talenta digital muda di Kepulauan Buton.

“Kami berharap prodi ini melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berdaya saing, dan mampu memberikan solusi teknologi bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan bertambahnya program studi ini, UM Buton semakin menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan daerah.

Bagikan Berita