Professional, Global, Entrepreneurship

UM Buton Perluas Jejaring Global di GSDC 2026, Teken MoU dengan Uttara University Bangladesh

Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) kembali memperkuat langkah internasionalisasinya melalui partisipasi dalam The 5th Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 22–25 Juni 2026.

Forum internasional yang diinisiasi oleh Times Higher Education (THE) tersebut mempertemukan ribuan delegasi dari berbagai negara yang terdiri atas perguruan tinggi, pemerintah, dunia industri, lembaga riset, serta organisasi internasional untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Keterlibatan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) dalam forum ini dikoordinasikan oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah melalui ASKUI PTMA sebagai bagian dari strategi internasionalisasi perguruan tinggi Muhammadiyah.

Momentum GSDC 2026 dimanfaatkan UM Buton untuk memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Uttara University, Bangladesh.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan kerja sama internasional di bidang tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kerja sama ini, kedua perguruan tinggi berkomitmen membangun kolaborasi dalam berbagai program akademik, seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, seminar akademik, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, hingga berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Rektor Universitas Muhammadiyah Buton, Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, S.P., M.M., menyampaikan bahwa penandatanganan MoU tersebut merupakan bagian dari strategi UM Buton dalam memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan daya saing institusi di tingkat global.

"Partisipasi UM Buton dalam GSDC 2026 menjadi momentum yang sangat strategis untuk membangun kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dunia. Kerja sama dengan Uttara University Bangladesh merupakan langkah nyata dalam memperkuat internasionalisasi kampus serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi," ujar Rektor.


Menurutnya, tantangan pendidikan tinggi saat ini menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu berkolaborasi secara global dalam menghasilkan inovasi dan riset yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Rektor berharap kerja sama tersebut dapat segera diimplementasikan melalui berbagai program konkret yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika kedua institusi.

"Kami berharap MoU ini tidak berhenti sebagai dokumen kerja sama semata, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program nyata seperti penelitian kolaboratif, pertukaran akademisi dan mahasiswa, publikasi internasional, serta pengembangan inovasi yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals. Dengan jejaring internasional yang semakin luas, UM Buton optimistis mampu melahirkan lulusan yang profesional, berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan masa depan," tambahnya.

Keikutsertaan UM Buton dalam GSDC 2026 sekaligus mempertegas komitmen universitas dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan tata kelola perguruan tinggi.

Selain membuka peluang kerja sama internasional, partisipasi dalam forum ini juga menjadi sarana bagi UM Buton untuk memperluas jejaring dengan berbagai institusi pendidikan tinggi dunia serta meningkatkan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi berbasis SDGs.

Melalui kolaborasi global yang terus diperluas, Universitas Muhammadiyah Buton optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing internasional, sejalan dengan visi kampus PROGRESIP (Profesional, Global, Entrepreneurship).

TAGS
Bagikan Berita