UM Buton dan PusdiklatMu Perkuat Kompetensi Pustakawan, Dorong Perpustakaan Menjadi Pusat Literasi dan Riset
Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan akademik melalui penguatan peran perpustakaan sebagai pusat literasi, informasi, dan pendukung kegiatan riset di lingkungan kampus.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Pustakawan yang bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Muhammadiyah (PusdiklatMu) pada 18–19 Juni 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Pengembangan dan Pengelolaan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi” sebagai upaya meningkatkan kapasitas pustakawan dalam menghadapi tantangan era digital.
Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Buton, Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, S.P., M.M.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara UM Buton dan PusdiklatMu dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kepustakawanan.
Menurutnya, perpustakaan memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat peradaban ilmu. Oleh karena itu, kita harus terus merawat tradisi literasi dan menguatkan mutu akademik melalui penyediaan layanan informasi yang prima," tegas Rektor.
Beliau juga menekankan bahwa pustakawan memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi dan mendukung ekosistem riset yang berkualitas di perguruan tinggi.
Selama dua hari pelaksanaan, para pustakawan di lingkungan UM Buton mendapatkan pembekalan mengenai berbagai strategi modern dalam pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi.
Materi pelatihan difokuskan pada pengembangan koleksi perpustakaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, pengelolaan sumber informasi elektronik, serta strategi penyediaan layanan informasi yang lebih efektif dan efisien.
Peserta juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya melakukan evaluasi koleksi secara berkala agar bahan pustaka yang tersedia tetap relevan dengan kebutuhan pembelajaran dan penelitian sivitas akademika.
Selain membahas pengelolaan koleksi, PusdiklatMu juga memberikan materi tentang optimalisasi layanan informasi perpustakaan agar semakin responsif terhadap kebutuhan mahasiswa, dosen, dan peneliti.
Penguatan layanan ini dinilai penting karena perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia referensi cetak, tetapi juga sebagai pusat akses informasi digital yang mendukung kegiatan akademik secara menyeluruh.
Dengan pengelolaan yang profesional dan berbasis teknologi, perpustakaan diharapkan mampu memberikan layanan yang cepat, akurat, dan mudah diakses oleh seluruh sivitas akademika.
Pelatihan ini menjadi bagian dari langkah strategis UM Buton dalam meningkatkan mutu akademik dan memperkuat berbagai indikator penilaian akreditasi perguruan tinggi.
Keberadaan perpustakaan yang modern, adaptif, dan berbasis layanan berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pencapaian visi UM Buton sebagai perguruan tinggi yang unggul, profesional, dan berdaya saing global.
Melalui kegiatan ini, UM Buton berharap para pustakawan mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan serta mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi secara optimal.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Universitas Muhammadiyah Buton semakin menegaskan komitmennya dalam membangun budaya literasi yang kuat di lingkungan kampus.
Perpustakaan diharapkan terus berkembang menjadi pusat pengetahuan, inovasi, dan riset yang mampu mendukung lahirnya generasi akademik yang kritis, kreatif, dan produktif dalam menghadapi tantangan global.
