UM Buton dan 9 Kampus Luar Negeri Bangun Kolaborasi Nyata melalui Pengabdian Masyarakat Internasional
Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) kembali memperluas jejaring akademik internasional melalui kerja sama strategis dengan sembilan perguruan tinggi luar negeri. Kolaborasi tersebut berlangsung dalam forum internasional yang difasilitasi oleh Pengurus Pusat Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) bersama Association for Collaboration in Worldwide Academia (ACWA) di Gedung AR Fachruddin, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Dalam kegiatan tersebut, Rektor UM Buton, Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk penguatan kemitraan kelembagaan internasional. Sementara itu, Dekan FISIP UM Buton, Dr. Ansar Suherman, M.I.Kom., menandatangani dokumen Implementation of Agreement yang berfokus pada pengembangan program pengabdian masyarakat internasional.
Kerja sama internasional tersebut melibatkan sejumlah perguruan tinggi dari berbagai negara, di antaranya Washington University of Science and Technology (WUST), Tashkent University, Zarmed University Uzbekistan, Esil University, Silk Road International University, Kokand State University, Buxoro Innovattsion Ta'lim va Tibbiyot Universiteti, Asia International University, dan Samarkand International University of Technology.
Menariknya, kerja sama tersebut tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen MoU. Pada hari yang sama, seluruh mitra langsung mengimplementasikan kolaborasi melalui kegiatan pengabdian masyarakat internasional. Implementasi cepat ini menjadi bukti bahwa kerja sama yang dibangun tidak bersifat seremonial, melainkan diarahkan pada program nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan pengembangan akademik.
Rektor UM Buton, Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar universitas dalam memperkuat internasionalisasi kampus dan meningkatkan daya saing global perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi internasional harus menghasilkan aktivitas konkret yang memberi manfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas.
“Kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Yang paling penting adalah implementasi nyata dan keberlanjutannya. Karena itu, kami sangat mengapresiasi bahwa pada hari yang sama program ini langsung diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat internasional. Ini menunjukkan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi global yang produktif dan berdampak,” ujar Rektor UM Buton.
Sementara itu, Dekan FISIP UM Buton, Dr. Ansar Suherman, M.I.Kom., menegaskan bahwa kerja sama ini membuka ruang yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam aktivitas akademik internasional, khususnya pada bidang pemberdayaan masyarakat global.
“Kami ingin membangun model kerja sama internasional yang lebih substantif, bukan hanya administratif. Karena itu, Implementation of Agreement yang kami tandatangani langsung diikuti dengan pelaksanaan program pengabdian masyarakat internasional. Ini menjadi langkah penting untuk memperkuat budaya akademik global, memperluas pertukaran pengetahuan, serta meningkatkan pengalaman internasional bagi dosen dan mahasiswa,” jelasnya.
Melalui kemitraan internasional ini, UM Buton berupaya memperkuat jejaring akademik global serta mendorong terwujudnya kampus berdaya saing internasional melalui kolaborasi yang produktif, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan masyarakat lintas negara.

