Professional, Global, Entrepreneurship

Tembus Forum Global! 6 Mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Buton Presentasi di JCC International Malaysia

Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Sebanyak enam mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi berhasil tampil mempresentasikan hasil riset mereka dalam ajang Jogjakarta Communication Conference (JCC) International ke-7 yang digelar di Penang, Malaysia, pada 15–16 April 2026.

Konferensi bergengsi ini mengangkat tema “Creative Public Futures”, yang mempertemukan akademisi dan praktisi komunikasi untuk membahas isu-isu strategis seperti kecerdasan buatan (AI), konten digital, serta aktivisme di era media baru.

Partisipasi mahasiswa UM Buton dalam konferensi ini tidak hanya menjadi pengalaman akademik biasa. Prodi Ilmu Komunikasi UM Buton menetapkan bahwa keikutsertaan dalam forum ilmiah internasional ini diakui sebagai pengganti ujian skripsi.

Kebijakan ini menjadi terobosan akademik yang progresif dalam mendorong mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.

Adapun enam mahasiswa yang tampil dalam forum internasional tersebut adalah:

  • Dian Faradika
  • Desmanur Tsalatsa
  • Wa Ode Nur Aziza Rahmawati Elha
  • Ld. Muh. Zaitullah
  • Wa Ode Suci Fitriani
  • Wa Ode Anita Amna

Dalam forum tersebut, mereka mempresentasikan berbagai penelitian di bidang komunikasi, mulai dari komunikasi digital, peran media sosial, hingga dinamika komunikasi publik.

Presentasi dilakukan di hadapan akademisi dan peneliti dari berbagai negara, menjadikan ajang ini sebagai sarana uji kompetensi sekaligus pengalaman akademik berstandar internasional.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UM Buton, Harry Fajar Maulana, S.Sos., M.I.Kom, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas lulusan.

“Mahasiswa tidak lagi hanya dituntut menyelesaikan skripsi secara konvensional, tetapi juga harus mampu tampil dan berkontribusi dalam forum ilmiah internasional. Ini adalah langkah konkret menuju lulusan yang berdaya saing global,” ujarnya.

Salah satu peserta, Desmanur Tsalatsa, mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut menjadi momen yang sangat berharga.

“Tentunya ini menjadi pengalaman yang tak ternilai. Kami bisa tampil dalam forum internasional, bertemu dengan akademisi, praktisi, dan kreator hebat dari berbagai negara. Ini menjadi pengalaman dan ilmu yang luar biasa bagi kami,” ungkapnya.

Selain meningkatkan kemampuan presentasi, mahasiswa juga memperoleh wawasan baru serta memperluas jejaring akademik internasional.

Rektor Universitas Muhammadiyah Buton, Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, S.P., M.M., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian mahasiswa Ilmu Komunikasi tersebut.

“Kami sangat bangga atas prestasi luar biasa ini. Keikutsertaan mahasiswa dalam forum internasional menjadi bukti bahwa UM Buton mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa kebijakan pengakuan forum internasional sebagai pengganti skripsi merupakan langkah inovatif dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi di era globalisasi.

“Kami akan terus mendorong mahasiswa untuk berani tampil di panggung internasional, memperluas jejaring, serta menghasilkan karya ilmiah yang berdampak. Ini adalah bagian dari komitmen UM Buton menuju kampus berdaya saing global,” tambahnya.

Pihak universitas berharap capaian ini dapat menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa lainnya untuk aktif mengikuti forum ilmiah internasional.

Keikutsertaan mahasiswa dalam JCC International menjadi bukti nyata bahwa UM Buton terus bergerak menuju kampus berdaya saing global, dengan mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pembelajar, tetapi juga kontributor aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Bagikan Berita