Rektor UM Buton Bekali 63 Mahasiswa KKN 2026, Siapkan Agen Pemberdayaan Masyarakat yang Berdaya Saing
Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) menggelar kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Aula Gedung Korea UM Buton, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 63 mahasiswa peserta KKN dan dihadiri oleh Rektor UM Buton, jajaran pimpinan universitas, serta dosen pembimbing.
Pembekalan ini menjadi tahap penting sebelum mahasiswa diterjunkan ke masyarakat untuk melaksanakan program pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan, penguatan kapasitas masyarakat, dan penyelesaian berbagai persoalan sosial di daerah.
Dalam sambutan sekaligus materi pembuka, Rektor Universitas Muhammadiyah Buton, Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, S.P., M.M., menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN tahun 2026 menggunakan tiga skema utama, yaitu KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAS), KKN ADI, dan KKN Kolaborasi.
Menurut Rektor, ketiga skema tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman pengabdian yang lebih luas kepada mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi UM Buton dalam pembangunan masyarakat.
“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi merupakan sarana bagi mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat, mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, serta menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat,” ujar Rektor.
Beliau juga berpesan agar seluruh peserta mampu menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika akademik, serta menunjukkan karakter mahasiswa Muhammadiyah yang berintegritas dan berdaya saing.
“Kami berharap mahasiswa dapat melaksanakan program KKN dengan penuh tanggung jawab, menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, serta memberikan kontribusi yang berdampak bagi pembangunan daerah,” tambahnya.
Materi kedua disampaikan oleh Wakil Rektor I UM Buton yang membahas pentingnya etika akademik, moralitas, dan kemampuan kolaborasi selama pelaksanaan KKN.
Dalam pemaparannya, mahasiswa diingatkan untuk selalu menjaga sikap, menghormati nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat setempat, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk memperkuat kerja sama tim agar seluruh program kerja dapat terlaksana secara optimal.
Sementara itu, materi ketiga disampaikan oleh Ketua Bidang Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Publikasi yang membahas teknik penyusunan laporan KKN dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pengembangan hasil kegiatan KKN menjadi artikel ilmiah, publikasi akademik, serta dokumentasi program yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan institusi.
Langkah ini sejalan dengan komitmen UM Buton dalam memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, dan luaran akademik yang berdampak.
Kegiatan pembekalan berakhir pada pukul 12.00 WITA dan ditutup dengan harapan agar seluruh peserta mampu melaksanakan KKN secara profesional, inovatif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui program KKN 2026, Universitas Muhammadiyah Buton terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan kolaborasi, serta semangat pengabdian yang tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat.
