PKKMB Hari Ketiga, Rektor UM Buton Bekali Mahasiswa Baru dengan Kepemimpinan Berkemajuan
Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UM Buton 2026 memasuki hari ketiga sekaligus menjadi bagian dari Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UM Buton. Kegiatan berlangsung di Gedung UM Buton Convention Center , Jumat (25/9).
Pada hari ketiga ini, mahasiswa baru mendapatkan sejumlah pembekalan yang diarahkan pada penguatan karakter, wawasan kemahasiswaan, dan kepemimpinan. Salah satu materi utama yang menjadi perhatian adalah “Perempuan Memimpin, Kelembagaan Berkemajuan” yang disampaikan langsung oleh Rektor UM Buton, Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, S.P., M.M.
Dalam materi tersebut, Rektor UM Buton mengajak mahasiswa baru memahami bahwa kepemimpinan merupakan proses yang membutuhkan pengetahuan, kesiapan, kerja sama, dan ketekunan.
Materi ini juga menegaskan pentingnya kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan dalam membangun institusi yang berkemajuan. Mahasiswa didorong untuk melihat kepemimpinan sebagai ruang kontribusi yang terbuka bagi setiap individu berdasarkan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki.
Menurut Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, ilmu pengetahuan menjadi salah satu fondasi utama seorang pemimpin. Pengetahuan menjadi modal bagi mahasiswa untuk membangun cara berpikir yang kritis dan kreatif sebelum mengambil langkah dan keputusan.
Mahasiswa baru juga diajak memahami bahwa kepemimpinan tidak dapat dibangun secara instan. Kemampuan memimpin dan bekerja dalam tim membutuhkan persiapan, proses eksekusi yang tepat, serta kesabaran dalam menghadapi berbagai dinamika.
Dalam pembekalannya, Rektor UM Buton menekankan pentingnya integrasi tiga kecerdasan dalam membangun kepemimpinan, yakni kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
“Menjadi seorang pemimpin tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional, namun harus ada pula kecerdasan spiritual yang didalami. Semua harus dapat diwujudkan untuk menjadi pemimpin yang baik dan bijak dalam membuat keputusan,” ujar Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani.
Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk pemimpin yang tidak hanya mampu berpikir dan bekerja, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola emosi serta menjadikan nilai spiritual sebagai landasan dalam mengambil keputusan.
Bagi mahasiswa baru, pemahaman tersebut menjadi bekal awal untuk mengembangkan kapasitas diri selama menjalani pendidikan di UM Buton.
Konsep kepemimpinan berkemajuan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut diarahkan pada karakter pemimpin yang beriman, berakhlak, dan berilmu.
Selain itu, pemimpin juga dituntut memiliki keterbukaan terhadap perbedaan, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta memiliki orientasi pada dampak sosial.
Nilai-nilai tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa yang akan menghadapi lingkungan pendidikan tinggi yang dinamis. Perubahan teknologi dan kehidupan sosial membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu berkolaborasi dan mengambil keputusan secara bijak.
Pelaksanaan PKKMB hari ketiga yang sekaligus menjadi bagian dari MASTAMA IMM UM Buton menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal nilai-nilai kepemimpinan dan kemahasiswaan.
Melalui pembekalan tersebut, UM Buton berharap mahasiswa baru dapat mempersiapkan diri tidak hanya untuk mencapai prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan kapasitas kepemimpinan sejak berada di bangku kuliah.
Mahasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak, berilmu, adaptif, terbuka terhadap perbedaan, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pembekalan kepemimpinan ini sekaligus memperkuat komitmen UM Buton dalam menyiapkan mahasiswa yang memiliki karakter Islami dan kemampuan menghadapi tantangan masa depan.

