Professional, Global, Entrepreneurship

Perkuat Mutu Pembelajaran , LPP UM Buton Ikuti Bimtek Kurikulum Outcome-Based Education

Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) terus memperkuat transformasi pendidikan tinggi melalui pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Komitmen tersebut diwujudkan dengan keikutsertaan Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UM Buton dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unismuh Makassar pada Jumat (26/6/2026) ini diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi swasta se-wilayah LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi.

Bimtek tersebut bertujuan memperkuat pemahaman perguruan tinggi dalam menyusun, mengimplementasikan, serta mengevaluasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai strategi meningkatkan mutu pembelajaran, kualitas lulusan, dan pencapaian akreditasi.

Pada kegiatan tersebut, LPP Universitas Muhammadiyah Buton diwakili oleh Dr. Dina Komalasari, S.Pd., M.Pd.

Keikutsertaan LPP UM Buton menjadi bentuk komitmen universitas dalam memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan di seluruh program studi disusun secara sistematis, berbasis capaian pembelajaran lulusan (Learning Outcomes), terukur, serta relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui penerapan Outcome-Based Education, UM Buton terus mendorong terciptanya proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning) sehingga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri dan masyarakat.

Bimbingan teknis dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Hj. Ihyani Malik, M.Si.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kurikulum merupakan fondasi utama dalam menentukan kualitas sebuah perguruan tinggi.

"Kurikulum menentukan mutu lulusan, proses pembelajaran, dan capaian akreditasi. Kalau kurikulumnya baik, komponen lain akan ikut membaik," ujarnya.

Menurutnya, penyusunan kurikulum harus terus disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta tuntutan global agar lulusan mampu bersaing secara nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua Tim Akademik LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Muhammad Tahir Hamzah, S.T., M.T., menjelaskan bahwa implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education menjadi salah satu kebijakan strategis yang mulai diperkuat pada tahun akademik 2026.

Menurutnya, penerapan OBE memberikan dampak langsung terhadap peningkatan berbagai indikator kinerja perguruan tinggi, di antaranya:

  • Mendukung Sustainable Development Goals (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, asesmen autentik, dan capaian pembelajaran yang terukur.
  • Meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) 1, yaitu lulusan memperoleh pekerjaan yang layak sesuai kompetensi karena capaian pembelajaran dirumuskan bersama dunia usaha dan dunia industri.
  • Memperkuat IKU 2, yaitu peningkatan pengalaman belajar mahasiswa melalui implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang terintegrasi dalam struktur kurikulum OBE.

Ia berharap seluruh perguruan tinggi di bawah LLDIKTI Wilayah IX dapat mengimplementasikan kurikulum OBE secara optimal sehingga kualitas lulusan semakin meningkat.

Rektor Universitas Muhammadiyah Buton, Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, S.P., M.M., mengapresiasi keikutsertaan LPP UM Buton dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, peningkatan kualitas kurikulum merupakan salah satu prioritas universitas dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi.

"Implementasi Outcome-Based Education menjadi langkah strategis bagi UM Buton untuk menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Karena itu, kami terus mendorong penguatan kapasitas seluruh perangkat akademik agar kurikulum yang diterapkan benar-benar berorientasi pada capaian pembelajaran dan kebutuhan masa depan," ujar Rektor.

Beliau berharap hasil Bimtek dapat segera diimplementasikan di seluruh program studi sehingga proses pembelajaran semakin berkualitas, relevan, dan berdampak terhadap peningkatan mutu lulusan maupun akreditasi institusi.

Keikutsertaan LPP UM Buton dalam Bimbingan Teknis Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan global.

Melalui penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, Universitas Muhammadiyah Buton optimistis mampu menghasilkan lulusan yang profesional, inovatif, berintegritas, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional sesuai dengan visi kampus PROGRESIP (Profesional, Global, Entrepreneurship).

Bagikan Berita