Professional, Global, Entrepreneurship

Peresmian Masjid Kampus 2 UM Buton, Perkuat Spirit Keislaman dan Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) resmi meresmikan Masjid As Sayyidah Sa'diah Muhammad Lubin yang berlokasi di Kampus 2 UM Buton pada Senin (16/2). Peresmian ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, pendidikan karakter, dan pembinaan spiritual sivitas akademika.

Kegiatan peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas, Badan Pembina Harian (BPH), dosen, tenaga kependidikan, serta mitra dan perwakilan donatur.

Sekretaris BPH UM Buton, Zaenal Long, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan Masjid As Sayyidah Sa'diah Muhammad Lubin harus dimaknai lebih dari sekadar tempat ibadah.

Menurutnya, masjid memiliki fungsi strategis sebagai pusat pendidikan dan penguatan nilai-nilai Islam di lingkungan kampus.

“Dengan dibangunnya masjid ini, mari kita jadikan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan ruang bertukar pikiran tentang nilai-nilai Islam. Masjid harus menjadi pusat pembinaan moral dan intelektual,” ujarnya.

Ia berharap masjid ini mampu menjadi ruang pembinaan generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan berintegritas.

Rektor UM Buton, Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, S.P., M.M., menyampaikan rasa syukur atas peresmian masjid di Kampus 2 tersebut. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya memanfaatkan seluruh potensi kampus, termasuk masjid, sebagai pusat penguatan spiritual dan akademik.

“Semua potensi yang kita miliki harus dimanfaatkan dengan baik. Ketika sebuah kampus memiliki masjid, insya Allah kampus itu juga akan maju. Masjid ini akan sangat bermanfaat bagi sivitas akademika UM Buton,” ungkapnya.

Rektor juga menambahkan bahwa kehadiran masjid ini sangat relevan menjelang bulan suci Ramadhan. Masjid akan dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan ibadah, kajian keislaman, serta program pembinaan spiritual mahasiswa dan dosen.

Perwakilan Salsabil Grup, Umam Said, S.Pd., M.Ag., menyampaikan permohonan maaf karena Syaikh Dr. Osamah Muhammad Gharebah belum dapat hadir akibat kondisi kesehatan yang kurang baik.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pembangunan masjid hingga selesai dan dapat diresmikan.

“Kami mewakili menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid ini hingga selesai. Masjid ini merupakan salah satu yang terjauh dibangun oleh yayasan, dan hari ini kita dapat meresmikannya bersama,” tuturnya.

Ia berharap Masjid As Sayyidah Sa'diah Muhammad Lubin tidak hanya digunakan untuk salat lima waktu dan salat Jumat, tetapi juga menjadi pusat lahirnya pemikir Islam, penghafal Al-Qur’an, serta generasi yang mencintai masjid.

“Makmurkanlah masjid ini. Jadikan sebagai tempat melahirkan pemikir Islam dan hafidz Al-Qur’an,” pesannya.

Peresmian Masjid As Sayyidah Sa'diah Muhammad Lubin menegaskan komitmen UM Buton sebagai perguruan tinggi yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan pengembangan ilmu pengetahuan.

Dengan hadirnya masjid ini, UM Buton semakin menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai spiritual dan moral.

Bagikan Berita