Orasi Ilmiah Wisuda UM Buton: Prof. Mamun Murod Tekankan Soft Skills dan Integritas
Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global melalui pelaksanaan Wisuda XXIII Program Sarjana dan Wisuda IV Program Pascasarjana Tahun Akademik 2025/2026. Selain menjadi momentum pengukuhan ratusan lulusan, prosesi wisuda juga diwarnai dengan orasi ilmiah inspiratif dari Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Dr. Ma'mun Murod Al-Barbasy, S.Sos., M.Si.
Dalam orasinya, Prof. Ma'mun mengajak seluruh wisudawan untuk memandang wisuda sebagai awal perjalanan baru, bukan sebagai akhir dari proses belajar. Menurutnya, tantangan yang sesungguhnya justru dimulai ketika lulusan memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
"Hari ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal untuk menghadapi realitas yang sesungguhnya di tengah masyarakat," ujar Prof. Ma'mun di hadapan para wisudawan, pimpinan universitas, orang tua, dan tamu undangan.
Prof. Ma'mun menjelaskan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) merupakan modal awal yang penting bagi lulusan dalam memasuki dunia kerja. Namun, ia menegaskan bahwa dunia profesional saat ini membutuhkan lebih dari sekadar prestasi akademik.
Menurutnya, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, berpikir kritis, kemampuan beradaptasi, dan pengalaman berorganisasi menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan seseorang dalam membangun karier.
Ia mengingatkan para lulusan agar terus belajar dan mengembangkan diri meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal.
"Dunia kerja membutuhkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu bekerja sama, memimpin, berkomunikasi dengan baik, serta memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan secara kreatif," jelasnya.
Selain penguasaan kompetensi dan keterampilan, Prof. Ma'mun menekankan bahwa integritas merupakan nilai yang tidak boleh ditinggalkan oleh setiap lulusan perguruan tinggi.
Menurutnya, kejujuran, tanggung jawab, profesionalisme, serta komitmen terhadap etika akan menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan di dunia kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
"Integritas adalah aset terbesar yang dimiliki seorang lulusan. Ilmu pengetahuan akan memberikan kemampuan, tetapi integritas akan menentukan kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada kita," tuturnya.
Ia berharap seluruh lulusan Universitas Muhammadiyah Buton mampu menjadi pribadi yang membawa manfaat, menjaga nama baik almamater, serta menjadi agen perubahan di berbagai bidang.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ma'mun juga menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan Universitas Muhammadiyah Buton yang dinilai terus menunjukkan kemajuan dalam peningkatan mutu akademik, kualitas lulusan, serta penguatan jejaring nasional maupun internasional.
Ia optimistis UM Buton akan terus berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.
"Saya meyakini Universitas Muhammadiyah Buton akan terus tumbuh menjadi perguruan tinggi yang melahirkan lulusan berkualitas, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman," ungkapnya.
Pelaksanaan Wisuda XXIII Program Sarjana dan Wisuda IV Program Pascasarjana Tahun Akademik 2025/2026 menjadi bukti nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Buton dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, karakter Islami, integritas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan dunia kerja dan kemajuan teknologi.
Melalui pendidikan yang berkualitas, penguatan soft skills, serta pembinaan karakter berbasis nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, UM Buton optimistis mampu melahirkan generasi yang siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bangsa, dan dunia.
