Professional, Global, Entrepreneurship

LLDIKTI Wilayah IX dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dorong UM Buton Cetak Lulusan Global

Prosesi Wisuda XXIII Program Sarjana dan Wisuda IV Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) Tahun Akademik 2025/2026 tidak hanya menjadi momentum pengukuhan ratusan lulusan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat komitmen peningkatan mutu pendidikan tinggi. Pada kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Andi Lukman, M.Si., dan Anggota Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D., memberikan arahan mengenai pentingnya mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Kehadiran kedua tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap langkah Universitas Muhammadiyah Buton dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat tata kelola perguruan tinggi, serta menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan dunia kerja dan perkembangan global.


Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Andi Lukman, M.Si., menyampaikan bahwa transformasi pendidikan tinggi harus selaras dengan arah kebijakan nasional yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas lulusan.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis.

"Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan tinggi serta siap menghadapi perubahan zaman. Hal itu hanya dapat dicapai melalui penguatan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh sivitas akademika perlu memiliki kesamaan visi dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan arah pengembangan institusi.

Selain itu, Dr. Andi Lukman mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun perguruan tinggi yang berkualitas, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.

"Mari bersama-sama membangun perguruan tinggi yang terus berkembang melalui penguatan kurikulum dan peningkatan kualitas lulusan," tambahnya.


Sementara itu, Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah harus memiliki keseimbangan antara hard skills dan soft skills agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, kemampuan akademik perlu diiringi dengan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah.

Ia juga menyoroti besarnya potensi sumber daya yang dimiliki setiap daerah, termasuk wilayah kepulauan seperti Buton, yang harus mampu dimanfaatkan oleh lulusan sebagai modal dalam membangun masyarakat.

"Setiap daerah memiliki potensi yang luar biasa. Tugas perguruan tinggi adalah melahirkan lulusan yang mampu mengelola potensi tersebut melalui inovasi, kompetensi, dan karakter yang kuat sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Menurut Andy, lulusan Universitas Muhammadiyah Buton harus memiliki daya saing global tanpa kehilangan identitas sebagai insan akademik yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam Berkemajuan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Buton, Dr. Hj. Wa Ode Al Zarliani, S.P., M.M., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah terhadap pengembangan UM Buton.

Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan menjadi motivasi bagi universitas untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kurikulum berbasis kebutuhan masa depan, serta menghasilkan lulusan yang profesional, berkarakter, dan memiliki daya saing global.

"Arahan dari LLDIKTI Wilayah IX dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menjadi energi positif bagi kami untuk terus bertransformasi. UM Buton berkomitmen mencetak lulusan yang unggul secara akademik, memiliki karakter Islami, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah, bangsa, dan dunia internasional," ujar Rektor.

Momentum Wisuda XXIII UM Buton menjadi bukti bahwa pengembangan pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada penyelesaian studi mahasiswa, tetapi juga pada pembentukan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global.

Melalui sinergi antara Universitas Muhammadiyah Buton, LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, UM Buton optimistis dapat terus memperkuat kualitas lulusan yang siap menjadi pemimpin masa depan, inovator, serta agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.

Bagikan Berita