Professional, Global, Entrepreneurship

42 Mahasiswa UM Buton Resmi Dilepas Ikuti KKN MAS 2026 di Kabupaten Malang

Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) kembali menunjukkan komitmennya dalam menguatkan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberangkatan 42 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan Aisyiyah (KKN MAS) 2026 di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pelepasan peserta dilaksanakan pada Jumat (24/7/2026) dan dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemuhammadiyahan, Dr. Basri, M.A., sebelum keberangkatan menuju lokasi pengabdian.

KKN MAS 2026 merupakan program kolaboratif yang melibatkan 52 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Kehadiran mahasiswa UM Buton dalam program nasional ini menjadi bagian dari komitmen universitas untuk membentuk lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Sebanyak 42 mahasiswa UM Buton diberangkatkan pada pukul 14.00 WITA menggunakan KM Ngapulu melalui Pelabuhan Murhum Baubau menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Malang. Selama pelaksanaan KKN MAS, para mahasiswa akan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Rasman Sastra Wijaya, S.Pd., M.Pd., yang bertugas memberikan pendampingan akademik maupun pembinaan di lapangan.

Dalam sambutannya, Dr. Basri, M.A. mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik Universitas Muhammadiyah Buton selama mengikuti program pengabdian. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menunjukkan sikap profesional sebagai duta kampus.

"KKN MAS bukan hanya menjadi wadah untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga kesempatan untuk belajar bersama masyarakat. Jagalah nama baik UM Buton, tunjukkan akhlak yang baik, bangun kolaborasi, dan berikan kontribusi nyata melalui program-program yang bermanfaat," pesan Dr. Basri.

Ia juga berharap para mahasiswa mampu memanfaatkan momentum KKN MAS sebagai sarana mengembangkan kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, dan pengalaman bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah di Indonesia.

Sementara itu, Dr. Rasman Sastra Wijaya, S.Pd., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan, menyampaikan bahwa mahasiswa UM Buton telah dipersiapkan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan KKN MAS dengan penuh tanggung jawab.

"Kami berharap mahasiswa dapat menjaga disiplin, bekerja sama dengan seluruh peserta dari PTMA lain, serta mampu melaksanakan program pengabdian yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pengalaman ini akan menjadi bekal penting dalam membangun kompetensi dan karakter sebagai lulusan UM Buton," ujarnya.

Program KKN Muhammadiyah dan Aisyiyah (KKN MAS) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa dari berbagai PTMA berkolaborasi dalam merancang dan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, penguatan nilai-nilai keislaman, serta peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Keikutsertaan UM Buton dalam KKN MAS 2026 menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan berkolaborasi di tingkat nasional. Melalui pengalaman pengabdian ini, diharapkan mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Buton di tingkat nasional.

Bagikan Berita