Tiga Mahasiswa Fisip UM Buton Mempresentasikan Artikel Penelitiannya di Simposium Nasional Malang

Malang (9/12/2019). Akreditasi institusi perguruan tinggi dan akreditasi program studi oleh Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT) saat ini menuntut keterlibatan dan peran aktif seluruh pihak di dalam perguruan tinggi dan atau program studi, termasuk keterlibatan seluruh mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan akademik dan akademik yang mendukung proses akreditasi tersebut dalam cakupan caturdarma perguruan tinggi Muhammadiyah (Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan al Islam Kemuhammadiyahan).

 Pelibatan mahasiswa dalam kegiatan caturdarma untuk memenuhi beberapa isian wajib dalam borang akreditasi terutama dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk memenuhi hal tersebut, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah (FISIP UM) Buton mengirimkan 28 artikel pada Simposium Nasional bertema “Tantangan Penyelenggaraan Pemerintahan di Era Revolusi 4.0” yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang mulai tanggal 9-10 Desember 2019.


“Dari 28 artikel mahasiswa, UM Buton mengutus tiga orang mahasiswa yakni Fitriani Abbas, Mila Muliawati (mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan) dan Wa Ode Rhevi Silviani (mahasiswa Prodi. Ilmu Komunikasi) untuk mempresentasikan artikelnya masing-masing. Seluruh artikel tersebut merupakan hasil riset mahasiswa prodi Ilmu Pemerintahan dan Prodi Ilmu Komunikasi dengan bimbingan para dosen di dua prodi tersebut” ucap Anwar Sadat, Wakil Dekan FISIP UM Buton yang ikut mendampingi dua orang mahasiswa sebagai delegasi UM Buton.

Simposium nasional ini diikuti oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dan FISIP UM Buton tercatat sebagai PTM dengan jumlah artikel mahasiswa terbanyak sejumlah 28 artikel, disusul oleh Universitas Muhammadiyah Jember 25 artikel, Universitas Muhammadiyah Ponorogo 15 artikel, dan Universitas Muhammadiyah Makassar 6 artikel, disusul universitas Muhammadiyah lainnya dengan jumlah keseluruhan 103 artikel mahasiswa.


“Meski UM Buton berada di kepulauan, namun kita bisa bersaing dengan PTM lainnya yang berada di kota-kota besar salahsatunya dalam jumlah artikel yang terkirim, semoga delegasi UM Buton bisa memberikan dan menampilkan yang terbaik. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pimpinan UM Buton atas dukungannya kepada kami” harap Anwar.

Anwar menambahkan, bahwa untuk memenuhi kebutuhan publikasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di luar UM Buton, dibutuhkan pembangunan dan pemanfaatan jejaring sesama PTM dan asosiasi keilmuan. “prodi tidak bisa hanya diam menunggu, perlu kemampuan membangun networking dengan pihak lain, apalagi kita di daerah harus bisa selalu up to date dengan informasi-informasi yang berkaitan dengan hal tersebut” Jelas Anwar. Selain menjadi dosen pendamping bagi tiga mahasiswa, Anwar juga diundang mewakili UM Buton sebagai pembicara pada simposium nasional tersebut serta Rizki Mustika Suhartono sebagai Keynote Panel. (AS)