PT Muhammadiyah Dan Aisyiyah Gelontorkan Milyaran Rupiah Hadapi Covid-19

Dalam rangka penanggulangan wabah Covid-19 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) bahu membahu melaksanakan berbagai upaya untuk mendukung ketahanan komunitas baik internal kampus masing-masing, Persyarikatan Muhammadiyah dan warga masyarakat pada umumnya.

Data yang dihimpun oleh Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) hingga 18 April 2020 PTMA seluruh Indonesia telah menggelontorkan stimulus penanggulangan Covid-19 senilai Rp. 14.376.730.000. Stimulus terbesar yang diberikan berupa keringanan biaya perkuliahan yang nilainya mencapai Rp. 12.843.950.000 bagi para mahasiswa karena pembelajaran hanya bisa dilaksanakan secara daring guna mengikuti himbauan pemerintah untuk laksanakan physical distancing.

Meskipun bagi sebagian besar mahasiswa PTMA, pembelajaran secara online dalam berbagai bentuk bukan hal asing lagi, namun karena saat ini dilaksanakan secara masif dan meliputi seluruh mata kuliah yang harus ditempuh, maka butuh satu kebijakan khusus untuk meringankan beban mereka terutama dalam pemenuhan kebutuhan akan paket data yang menjadi kebutuhan pokok dalam melaksanakan pembelajaran daring.

Contoh PTMA yang memberikan subsidi bagi para mahasiswanya untuk mendukung pembelajaran daring adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Magelang.

UMY memberi subsidi Rp. 150.000 per bulan dari bulan Maret sampai Mei 2020, Unisa memberi subsidi pemotongan biaya SPP sebesar 250 ribu untuk semester gasal ini. Sementara UAD memberi pengurangan SPP sebesar 200 ribu dan UM Magelang memberi subsidi sebesar 150 ribu pemotongan biaya registrasi semester gasal tahun akademik 2020/2021.

Selain stimulus keringanan kuliah, dana besar lain yang dikeluarkan PTMA adalah sumbangan untuk pengadaan masker senilai Rp. 640.100.000. Pengadaan APD non masker para tenaga kesehatan baik di Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah (RSMA) maupun rumah sakit lain yang merawat pasien Covid-19 senilai Rp. 303.360.000. Pembuatan dan pembuatan hand sanitizer senilai Rp. 217.590.000 serta pembagian sembako senilai Rp. 135.690.000.

Salah satu contoh pemberian APD ini seperti yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Buton yang terletak di Kota Bau Bau, Sulawesi Tenggara. Seperti dilansir dari situs Universitas Muhammadiyah Buton, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Buton berinisiatif membuat face shield atau pelindung wajah dari berbagai bahan yang mudah didapat. Face shield yang dibuat secara manual tersebut kemudian dibagikan kepada para tenaga medis di rumah sakit dan puskesmas di Kota Baubau, Kabupaten Buton serta Buton Selatan.

Ragam bentuk kegiatan dalam rangka penanggulangan Covid-19 yang lain diantaranya pembuatan materi edukasi dalam beragam bentuk, bantuan wastafel portabel, pembuatan, pembagian dan penyemprotan disinfektan, pemberian bantuan alat semprot disinfektan, pembuatan web info Covid-19, edukasi relawan, pembuatan bilik dekontaminasi, membuat call center hingga diskusi-diskusi online yang melibatkan nara sumber dari internal dan eksternal kampus.

Berbagai macam kegiatan tersebut dilaksanakan di banyak PTMA antara lain STIKES Muhammadiyah Palembang dan Gombong, STIH MA Kisaran Asahan, STIE KH Ahmad Dahlan, STIK Muhammadiyah Pontianak, IKIP Muhammadiyah Maumere, Universitas Muhammadiyah Sorong, Tangerang, Sukabumi, Mataram, Pringsewu dan Metro di Lampung, Kendari serta Lamongan.

Tim Media MCCC PP Muhammadiyah

Sumber : schmu.id