Bantu Tenaga Medis, FISIP UM Buton bagi-bagi Face Shield

Pencegahan dan penanggulangan penyebaran Virus Covid-19 memerlukan kerjasama berbagai pihak. Banyak hal dapat dilakukan untuk itu, termasuk oleh perguruan tinggi dalam membantu tenaga medis sebagai garda depan penanganan virus ini. 

Ditengah kelangkaan dan keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tim medis, Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas muhammadiyah Buton (UM Buton), berinisiatif membuat alat pelindung diri (APD) dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapati. Hasilnya kemudian dibagikan kepada petugas medis di daerah kota baubau, kabupaten buton dan kabupaten buton Selatan. 


"Kami membuat pelindung wajah dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapati disini, selanjutnya sasaran pembagiannya kepada petugas medis baik di puskesmas hingga rumah sakit, beber koordinator gerakan ini Andy Arya Maulana atau akrab dipanggil Arya saat wawancara disela-sela pembuatan APD tersebut. 

Pemberian APD tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis melawan Virus Covid-19, kepada petugas medis yang merupakan benteng terakhir penanganan COVID-19.Ia juga menyampaikan bahwa sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan pasien  COVID-19 maka petugas medis harus dilengkapi dengan APD yang saat ini jumlahnya terbatas. Maka, bantuan ini sejatinya hanya hal kecil yang mencoba untuk mengirim pesan dukungan kepada para pahlawan medis. 


APD ini telah kami bagi dalam 3 gelombang,  sasarannya puskesmas dan rumah sakit yang ada di wilayah Kota Baubau,  Kabupaten Buton dan Kabupaten Buton Selatan.  Memang, belum mencakup semua karena hanya beberapa yang bisa kami jangkau saja. Namun,  harapannya ada pesan dari gerakan ini bahwa masyarakat khususnya perguruan tinggi senantiasa memberi dukungan baik moril maupun materil kepada segenap pahlawan medis kita hari ini,  kata Arya. 

Pelindung Wajah yang telah dibuat dan dibagikan, diperkirakan berjumlah 500 buah dikerjakan selama kurang lebih 3 hari.  Bahan-bahan yang digunakan merupakan yang mudah ditemukan di Kota Baubau,  seperti map plastik bekas,  plastik mika transparan, gabus matras,  lem dan karet. Dalam konsep pengerjaannya,  pelindung wajah ini meniru pedoman yang beredar dikalangan tenaga medis di beberapa daerah sebagai alternatif APD. 

“Kegiatan ini akan terus berlanjut dengan APD jenis lainnya sesuai yang dibutuhkan petugas medis, hingga perang melawan virus ini kita menangkan", kata Arya.

Harapannya melalui gerakan ini mampu memberi semangat dan memotivasi petugas medis dalam bertugas, namun juga mengajak berbagai pihak untuk turut membantu sekecil apapun yang bisa dikerjakan. Banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mendukung mereka digarda depan melawan Covid-19 ini.  Hal paling sederhana dari semua itu adalah tetap tinggal dirumah,  jaga jarak dan tetap sehat,  ungkap Arya. 


Sejatinya seluruh elemen bangsa bahu membahu membantu dan memberi semangat , apresiasi dan motivasi yang sebesar-besarnya kepada perjuangan mereka.  Bersama kita mampu memutus penyebaran mata rantai virus Covid-19 ini. Pada amatan media sosial atas pemberian APD berupa face shield ini,  menunjukkan respon positif serta apresiasi. Misalnya akun grup Facebook puskesmas wajo,  menulis "Alhamdulillah wa syukurilah, makin banyak Yang peduli terhadap tenaga kesehatan".

Ditengah pandemi global ini, sepantasnya semua pihak untuk ikut memerangi penyebaran COVID-19 sehingga wabah ini tidak lagi menimbulkan korban dan situasi kembali kondusif seperti biasa. Semua pihak ikut ambil bagian untuk itu,  usaha minimal Dan paling efektif adalah tetap dirumah, jaga jarak serta menjaga kesehatan. (Ferdi)