Rektor UM Buton mengikuti Seameo Polytechnic Network Meeting di Vietnam

Kegiatan Seameo Polytechnic Network Meeting di Vietnam

Kegiatan SEAMEO Polytechnic Network Meeting yang diselenggarakan oleh Sekretariat organisasi pendidikan menteri Asia Tenggara (sekretariat SEAMEO) bekerja sama dengan Universitas Duy Tan Vietnam ikut dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Buton, Ibu Dr. Wa Ode Al Zarliani dan 100 perguruan tinggi lainnya dari negara-negara di Asean. Dalam kegiatan tersebut juga mengagendakan Agreement for the 5th Batch SEA-TVET Student Exchange. Dalam agenda tersebut disepakati penyelenggaraan pertukaran mahasiswa.

Tujuan lainnya dari kegiatan tersebut adalah untuk mengidentifikasi rencana kegiatan jaringan SEA-TVET tahun 2020 hingga 2023 untuk pertukaran mahasiswa dan dosen; pengembangan kapasitas dosen, dan penelitian dan pengembangan, di antara lembaga-lembaga yang berpartisipasi.

“Tujuan lainnya adalah untuk mendapatkan komitmen dari institusi TVET yang berpartisipasi dalam implementasi program pertukaran pelajar SEA-TVET angkatan V pada tahun 2020, pertukaran dosen SEA-TVET gelombang I pada tahun 2020, pengembangan kapasitas dosen serta penelitian dan pengembangan” Ucap Rektor Ani.

Adapun Output yang diharapkan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah adanya Kerangka kerja sama dan rencana kegiatan pengembangan kapasitas dosen SEA-TVET pada 2020-2023, Kerangka kerja sama dan rencana kegiatan penelitian dan pengembangan SEA-TVET pada tahun 2020-2023, tersedianya Surat perjanjian pertukaran dosen SEA-TVET angkatan I pada tahun 2020 dan rencana kegiatan pertukaran dosen sea-tvet 2020-2023 dan surat perjanjian pertukaran mahasiswa SEA-TVET gelombang V angkatan 2020 dan rencana pertukaran mahasiswa SEA-TVET 2020-2023.

Semua negara asia tenggara telah menempatkan pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan (TVET) dalam pendidikan arus utama karena perannya yang penting dalam pembangunan sosial-ekonomi suatu negara. Selain itu, TVET telah diidentifikasi sebagai salah satu dari tujuh bidang prioritas dalam pendidikan di asia tenggara yang disepakati pada pertemuan dialog strategis menteri pendidikan  pada bulan september 2014.

 Untuk mempromosikan internasionalisasi lembaga-lembaga tvet, dan meningkatkan daya saing global dan keterampilan para SEA-TVET abad ke-21 di negara-negara Asia Tenggara, organisasi kementerian pendidikan asia tenggara (SEAMEO) bekerja sama dengan kementerian pendidikan dan kementerian terkait serta lembaga-lembaga tvet di Asia Tenggara mengembangkan SEAMEO Polytechnic network pada April 2016 sebagai bagian dari konsorsium SEA-TVET.

“Jaringan ini bertujuan untuk meningkatkan internasionalisasi dan kemitraan lembaga tvet (perguruan tinggi, politeknik, dan universitas teknologi) di kawasan ini melalui program pertukaran lintas negara dan kolaborasi lainnya” tambah Rektor Ani.

 Selain itu, pertemuan pejabat tinggi ke-3 tentang SEA-TVET yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Malaysia pada mei 2017 juga merekomendasikan untuk meningkatkan mobilitas siswa dengan menyarankan sekretariat SEAMEO untuk bertindak sebagai badan koordinasi (satu pintu satuan layanan) untuk memfasilitasi proses implementasi program pertukaran mahasiswa tvet.

Universitas Muhammadiyah Buton selain menandatangani Letter of Agreement Among Colleges, Polytechnics, Universitas dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, juga menandatangani MoU dengan Partnership dari Negara Filipina, Central Bicol State University of Agriculture- Sipocot yang ditandatangani langsung oleh Vice President for External and International Linkages yaitu Profesor Cesar Armando.

Tak hanya itu selain misi yang diemban oleh Universitas untuk mengembangkan internasionalisasi kampus,  dan memperluas jaringan Internasional dengan mitra Luar negeri Rektor UM Buton juga mempromosikan sektor pariwisata di Kota Baubau. “Semua dilakukan dengan harapan untuk memperkenalkan Kota Baubau sebagai Kota Budaya sehingga dapat menarik keinginan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Baubau” Tutup Rektor Ani.

Laporan : Riniati
Editor : Ansar Suherman